Pemuda pemudi asal Gayo Lues yang sempat viral di media sosial karena melakukan mokel sambil melakukan siaran langsung di bulan puasa akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Dalam klarifikasinya, mereka mengaku menyesali perbuatannya yang dianggap tidak menghormati suasana bulan suci. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Aceh, khususnya warga Gayo Lues, atas tindakannya yang menimbulkan kegaduhan di media sosial.
Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dirinya agar lebih menjaga sikap dan perilaku, terutama saat menjalani bulan suci Ramadan.
“kami menyesal atas perbuatan saya dan memohon maaf kepada masyarakat. Ke depan saya akan lebih menjaga sikap, apalagi di bulan Ramadan,” ujarnya dalam pernyataan yang beredar di media sosial.
Peristiwa ini sebelumnya ramai diperbincangkan warganet karena aksi tersebut dianggap tidak menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat, khususnya di Aceh yang dikenal dengan penerapan syariat Islam.
