TAKENGON – Pemerhati sosial, Zulkifli Andy, menyebut kopi asal Dataran Tinggi Gayo selama ini banyak dikenal sebagai kopi Sidikalang karena jalur tata niaga yang masih melalui Medan. Hal itu disampaikannya dalam wawancara di Sangoe TV.
Menurut Zulkifli, kopi dari Dataran Tinggi Gayo dikirim terlebih dahulu ke Medan sebelum dipasarkan lebih luas. Kondisi tersebut membuat sebagian pihak menganggap kopi yang beredar dari jalur Medan merupakan kopi Sidikalang.
“Selama ini pemahaman orang di luar sana, kopi yang keluar dari Medan itu kopi Sidikalang. Padahal salah satu kopi terbaik di dunia berasal dari Dataran Tinggi Gayo,” ujar Zulkifli Andy.
Ia menilai persoalan tersebut berkaitan dengan tata niaga kopi yang belum sepenuhnya dikelola langsung dari daerah asal. Akibatnya, identitas kopi Gayo dinilai kurang dikenal dibanding nama daerah lain yang menjadi jalur distribusi.
Zulkifli berharap ke depan jalur pemasaran kopi Gayo dapat lebih diperkuat langsung dari Aceh, sehingga nama kopi Gayo semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

