Aceh Tengah — Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menyentuh angka Rp17.712 per dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (19/05/2026). Kondisi ini dinilai berpotensi berdampak pada harga komoditas ekspor, termasuk kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Melemahnya rupiah membuat harga kopi ekspor berpotensi mengalami kenaikan karena transaksi perdagangan internasional menggunakan mata uang dolar AS. Situasi tersebut dapat memberi keuntungan bagi eksportir kopi, namun di sisi lain juga dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan produksi dan biaya operasional petani.
Selain itu, kenaikan dolar AS juga diperkirakan mempengaruhi harga pupuk, bahan bakar, hingga ongkos distribusi yang selama ini menjadi kebutuhan utama sektor pertanian kopi di dataran tinggi Gayo.
Sejumlah pelaku kopi di Aceh Tengah menyebut kondisi nilai tukar dolar biasanya sangat mempengaruhi pergerakan harga green bean maupun kopi ekspor dari wilayah Gayo.
Sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg yang dikutip media nasional, rupiah tercatat melemah hingga Rp17.712 per dolar AS atau menjadi salah satu titik terendah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.
Kondisi tersebut kini mulai menjadi perhatian masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kopi di kawasan Gayo yang menggantungkan ekonomi dari sektor ekspor kopi arabika.

