BENER MERIAH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengumumkan rencana pembangunan dua jembatan alternatif dengan total anggaran mencapai Rp110 miliar sebagai bagian dari upaya pemulihan akses transportasi pascabencana di wilayah tersebut.
Informasi yang dipublikasikan Pemkab Bener Meriah menyebutkan, dua jembatan yang akan dibangun berada di kawasan Werlah dan Simpang Lancang. Kedua proyek tersebut telah masuk dalam rencana aksi penanganan tanggap darurat bencana.
Jembatan Werlah direncanakan memiliki panjang 60 meter dengan konstruksi rangka baja dan kebutuhan anggaran sebesar Rp60 miliar. Sementara Jembatan Simpang Lancang akan dibangun sepanjang 45 meter dengan konstruksi serupa dan anggaran sebesar Rp50 miliar.
Pemerintah menargetkan kedua jembatan tersebut selesai pada Oktober 2027. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif yang lebih aman dan andal bagi masyarakat, terutama setelah sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda wilayah Bener Meriah beberapa waktu lalu.
Selain pembangunan jembatan, Pemkab Bener Meriah juga menyampaikan perkembangan penanganan ruas jalan nasional. Untuk ruas Elak Werlah–Simpang Lancang sepanjang 7,9 kilometer, perbaikan akan dilakukan oleh Balai/PJN yang mencakup pelebaran badan jalan serta pembangunan dua titik jembatan.
Sedangkan penanganan ruas jalan nasional Enang-Enang sepanjang 10 kilometer masih berada pada tahap perencanaan. Proses lelang desain, perencanaan, dan pelaksanaan dijadwalkan dimulai pada tahun 2027 dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mendekati Rp500 miliar.
Pemerintah berharap masyarakat dapat terus mendukung proses pembangunan yang sedang direncanakan tersebut. Mengingat sejumlah proyek masih berada pada tahapan perencanaan dan penganggaran, warga juga diminta bersabar hingga seluruh proses administrasi dan teknis dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

