Aceh Aceh Tengah Gayo
Beranda / Gayo / Rumah Terbakar di Kebayakan Diduga Korsleting Listrik, Wabup Muchsin Turun Tangan, PLN Ikut Disorot

Rumah Terbakar di Kebayakan Diduga Korsleting Listrik, Wabup Muchsin Turun Tangan, PLN Ikut Disorot

Share

Takengon – Kebakaran rumah di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, kembali terjadi. Satu unit rumah milik warga di Kampung Timangan Gading, Dusun Paya Serni, hangus dilalap api pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kebakaran rumah di Kebayakan ini diduga kuat dipicu arus pendek listrik (korsleting).

Api dengan cepat membesar dan melahap bagian depan hingga kamar rumah yang berkonstruksi semi permanen. Sejumlah barang tidak sempat diselamatkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api berhasil dipadamkan setelah dua unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Rumah yang terbakar diketahui milik Jurmaini (37), ibu dua anak yang saat kejadian berada di dalam rumah. Ia menyebut sumber api berasal dari instalasi listrik di rumahnya, yang juga digunakan untuk mengaliri listrik ke tujuh rumah lainnya. Kondisi ini langsung memunculkan kekhawatiran soal keamanan instalasi listrik di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti kebakaran rumah di Kebayakan ini, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, turun langsung ke lokasi pada Senin (30/03/2026). Ia bahkan langsung menghubungi pihak PLN Takengon untuk meminta penataan ulang instalasi listrik agar kejadian serupa tidak terulang.

Namun kejadian ini juga membuka pertanyaan serius. Bagaimana bisa satu sambungan listrik digunakan hingga ke tujuh rumah tanpa penanganan yang layak? Kondisi ini dinilai berisiko tinggi dan seharusnya sudah lama ditertibkan sebelum memicu kebakaran.

Remaja 16 Tahun yang Sempat Hilang di Linge Ditemukan, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Pemerintah daerah sendiri menyalurkan bantuan masa panik berupa bahan bangunan, sembako, serta bantuan uang tunai dari BPBD dan Baitul Mal. Selain itu, pengurusan dokumen penting milik korban juga akan dibantu.

Meski bantuan telah diberikan, kebakaran rumah di Kebayakan ini menjadi peringatan keras. Warga berharap ada pengawasan serius terhadap instalasi listrik di permukiman, bukan hanya bergerak setelah kejadian terjadi.