ACEH TENGAH – Enam bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah, sedikitnya 12 sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian publik adalah SDN 8 Linge di Kampung Delung Sekinel. Sebelumnya, video seorang guru yang menangis saat mengajar di bawah tenda viral di media sosial setelah diunggah oleh Relawan Kita Bisa. Informasi yang diperoleh menyebutkan video tersebut turut mendapat atensi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, SDN 8 Linge bersama 11 sekolah lainnya yang terdampak bencana diduga belum masuk dalam program revitalisasi sekolah. Padahal, hingga kini para siswa masih menjalani proses pembelajaran dengan fasilitas darurat akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Salimsyah, mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak.
“Saat ini saya berada di Jamat melihat kondisi sekolah yang melaksanakan pembelajaran di tenda. Sejauh ini pemerintah terus bekerja untuk memulihkan kondisi saat ini,” kata Salimsyah saat dikonfirmasi Redaksi KeberGayo.com
Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait apakah 12 sekolah yang masih belajar di tenda tersebut telah diusulkan atau masuk dalam program revitalisasi yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Masyarakat berharap proses pemulihan dan pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak dapat segera terealisasi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan nyaman bagi para siswa.

