TAKENGON — Permintaan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, agar harga lapak pedagang pada kegiatan pacuan kuda dirasionalisasi kembali disebut belum mendapat respons dari pihak event organizer (EO).
Hal tersebut disampaikan seorang pedagang melalui pesan kepada media. Ia menyebut, meski Wakil Bupati telah meminta agar harga lapak disesuaikan dengan kemampuan pedagang, harga yang diberlakukan di lapangan disebut masih tetap Rp1,5 juta.
“Gere ara i tanggapi EO, EO e a bg kami. Ben ulak ari lapangan pacu kude, lapak tetap 1,5,” tulis pedagang tersebut.
Sebelumnya, Muchsin Hasan meminta harga lapak dikaji dan disesuaikan kembali. Ia menilai kemampuan pedagang perlu menjadi pertimbangan, terlebih pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan.
“Besar harapan kami, ini dirasionalisasikan kembali. Kalau memang sebelumnya lebih murah, kenapa hari ini jauh lebih mahal?” ujar Muchsin.
Menurut Muchsin, pemerintah daerah tidak bermaksud menentukan secara sepihak besaran harga lapak. Namun, aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial, menurutnya, harus menjadi pertimbangan bersama.

