Seorang warga Mufti meminta Bupati Aceh Tengah untuk mempertimbangkan penghentian pelaksanaan pacuan kuda yang saat ini tengah berlangsung. Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar di media sosial, di tengah polemik terkait pelaksanaan dan biaya lapak pedagang.
Dalam video tersebut, Mufti meminta agar Bupati Aceh Tengah menghentikan pacuan kuda karena menilai persoalan yang muncul justru semakin banyak. Ia juga menyoroti anggaran sekitar Rp500 juta yang disebut diberikan pemerintah kepada pihak event organizer (EO) sia2.
“Rp500 juta rugi, Pak Bupati. Mending buat jembatan,” ujar warga tersebut dalam videonya.
Ia juga membandingkan pelaksanaan pacuan kuda saat ini dengan pelaksanaan sebelumnya yang menurutnya lebih sukses dan tidak menyusahkan masyarakat.
Warga tersebut berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali pelaksanaan pacuan kuda, terutama di tengah berbagai polemik yang muncul, sehingga anggaran pemerintah yang digunakan untuk kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

