BENER MERIAH — Ibu Teguh Ahnaf Fairuz, pelajar asal Pante Raya, Kabupaten Bener Meriah, menceritakan kondisi anaknya setelah diduga menjadi korban peng*niay*an dalam peristiwa perkelahian pelajar pada Sabtu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut sang ibu, kondisi Teguh kini mulai menunjukkan perkembangan setelah mendapatkan perawatan medis. Sebelumnya, Teguh sempat mengalami kesulitan bernapas serta mengalami masalah pada bagian kepala.
“Awalnya memang tidak sulit bernafas. Alhamdulillah sekarang sudah bisa bernapas lega,” ujar ibu Teguh.
Ia mengatakan kondisi pada bagian kepala anaknya juga mulai membaik.
“Kemarin ada juga di bagian kepala. Alhamdulillah sekarang sudah agak berkurang, ada perkembangannya,” katanya.
Sebagai seorang ibu, ia mengaku sangat kecewa dan terpukul setelah mengetahui anaknya mengalami dugaan kekerasan tersebut. Perasaannya semakin berat setelah melihat video yang memperlihatkan kejadian itu.
“Kalau ditanya rasa, mungkin saya sebagai orang tua sangat kecewa dengan kejadian ini,” ungkapnya.
Ia menilai perlakuan yang dialami anaknya dalam kejadian tersebut sudah sangat berlebihan.
“Bagi saya, perlakuan yang terjadi itu seperti memperlakukan melebihi binatang. Bagi saya, seperti itu bukan seperti manusia lagi,” ujarnya.
Meski demikian, untuk saat ini keluarga masih memprioritaskan kondisi kesehatan Teguh. Ibu Teguh mengatakan pihak keluarga belum membuat laporan resmi kepada kepolisian karena masih fokus pada perawatan anaknya.
“Untuk saat ini kita memang belum membuat laporan, karena kita masih fokus untuk perawatan anak. Untuk laporan, kita memang belum membuat laporan resmi ke pihak yang berwajib,” katanya.
Teguh sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Muyang Kute sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Keluarga menyampaikan rencana untuk menempuh proses hukum setelah kondisi Teguh memungkinkan.

