Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar Rapat Percepatan Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Aceh Tengah yang dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati Aceh Tengah, Sabtu (03/10/26).
Rapat tersebut langsung dipimpin bersama oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si dan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP serta turut dihadiri Plt. Sekda, para Asisten, para Staf Ahli, dan Kepala SKPK terkait.
Dalam rapat dipaparkan bahwa pagu anggaran bantuan keuangan yang berasal dari Pemprov Sumut dan Pemkab Solok berjumlah Rp 27 miliar, dengan cakupan 59 paket yang terbagi pada 6 OPD pengampu. Adapun capaian saat ini, realisasi fisik sebesar 20,38% dan capaian realisasi keuangan sebesar 27%.
Wabup Muchsin yang memimpin di awal rapat menegaskan bahwa progres realisasi TKD Bankeu di Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah berada di jalur yang baik namun harus terus digenjot. Walaupun persentase realisasi masih di bawah 50% tetapi seluruh proses tender sudah dilaksanakan dan pekerjaan fisik terus dimaksimalkan.
“Saat ini proses realisasi TKD dan Bankeu Aceh Tengah sudah dalam jalur yang baik, tapi kita harus tetap bekerja keras untuk merealisasikan tersebut, minimal bulan 10 ini tutup kita sudah realisasi lebih dari 50%,” ujar Wabup Muchsin.
Wabup Muchsin juga menjelaskan terkait kendala yang ada di lapangan, “Adapun kendala yang sudah kita laporkan di depan Ka Posko Satgas PRR Sumatera yaitu dana di Dinas Pertanahan masih dalam proses KJPP dan hal itu lumrah karena memang begitu prosesnya. Tapi tetap terus dikejar sehingga tidak terjadi keterlambatan.”
Wabup Muchsin juga berharap seluruh kegiatan dapat mencapai target maksimal, “Saya berharap pada waktunya seluruh kegiatan mencapai 100% agar Pemda Aceh Tengah dapat mengajukan dana tambahan lainnya.”
Selain itu, Wabup Muchsin menekankan pentingnya monitoring, “Proses realisasi TKD dan Bankeu ini harus memiliki laporan per tanggal yang ditentukan sehingga termonitor dengan baik.”
Pada kesempatan yang sama, Jumadil Enka selaku Kepala Bappeda menyampaikan bahwa realisasi sangat dipengaruhi oleh serapan perusahaan pelaksana.
“Realisasi TKD dan Bankeu ini dipengaruhi oleh serapan dana dari perusahaan yang melaksanakan kegiatan, sehingga kita harus mendorong setiap perusahaan untuk mengambil dana persiapan dan dana tahapan selanjutnya sehingga persentase serapan dana tetap naik,” jelas Jumadil.
Sementara itu, Latief Rusdi selaku Kadis Pertanahan menambahkan perlunya kolaborasi dalam mengerjakan kegiatan yang ada, “Dalam proses pengadaan tanah huntap diperlukan kolaborasi dari dinas penerima manfaat sehingga proses tersebut sinkron dan terealisasi tepat waktu.”
Andalika selaku Kalak BPBD menyampaikan bahwa saat ini Aceh Tengah telah memiliki Satgas PRR Aceh Tengah yang telah di-SK-kan. Sehingga seluruh dinas pengampu terkait dimohon untuk memenuhi data dan mengirimkan PIC untuk memperbaharui data.
“Kami perlu menyampaikan bahwa saat ini kita memiliki Satgas PRR Aceh Tengah yang di-SK-kan. Untuk itu, seluruh dinas pengampu terkait dimohon untuk memenuhi data dan mengirimkan PIC untuk memperbaharui data,” kata Andalika.
Ia juga memberikan saran dalam percepatan serapan TKD Bankeu tersebut, “Saran saya untuk realisasi TKD yaitu kita harapkan pada pertengahan bulan untuk Kepala Dinas pengampu memberikan pemahaman secara serentak pada setiap penanggung jawab dalam percepatan realisasi TKD ini.”
Di akhir rapat, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menegaskan fokus pemerintah saat ini. “Pada saat ini kita fokus untuk menyelesaikan realisasi fisik dan keuangan baik itu kebencanaan maupun kegiatan yang ada di dalam dinas-dinas agar pada waktunya hal ini selesai seluruhnya,” tegas Bupati Haili Yoga.
Bupati Haili Yoga juga menjelaskan penguatan data kebencanaan, “Saat ini kita perkuat data dengan dipilah beberapa kegiatan tersebut berdasarkan sumbernya sehingga persentase setiap sumbernya tertera dan hal itu akan mempermudah kita untuk mensinkronkan pekerjaan lapangan agar tidak tumpang tindih.”
“Progres yang ada saat ini di tiap instansi mulai memahami tupoksi dan ini harus kita perkuat lagi sehingga alur birokrasi kita sesuai aturan serta tidak keluar jalur,” tambah Bupati Haili Yoga.
Bupati Haili Yoga juga menginginkan adanya terobosan dalam penyerapan anggaran pada tahun anggaran kedepan, “Saya menginginkan adanya kegiatan Pra-DIPA sehingga penyerapan anggaran lebih cepat dan hal itu sah serta menjadi prestasi dalam pelaksanaan penganggaran daerah.”
Rapat ditutup dengan apresiasi Bupati Haili Yoga dan Wabup Muchsin terhadap kinerja yang mulai menunjukkan kematangan pada instansi-instansi di Kabupaten Aceh Tengah.

