Takengon – Momen Idul Adha identik dengan konsumsi daging qurban yang meningkat. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan rutin memeriksa tekanan darah.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Datu Beru, dr. Abdullah Hambali, Sp.PD menjelaskan bahwa hipertensi atau darah tinggi terjadi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering disebut silent killer karena sering tidak terasa gejalanya.
“Darah tinggi itu seringnya nggak terasa, tahu-tahu sudah naik. Makanya jangan malas cek tekanan darah,” ujar dr. Abdullah Hambali.
Menurutnya, penderita hipertensi kadang hanya mengalami sakit kepala atau pusing ringan, namun jika tidak dikontrol bisa memicu penyakit serius seperti stroke, jantung, hingga gagal ginjal.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI juga pernah menyebut bahwa penyebab kolesterol dan hipertensi saat Idul Adha bukan hanya daging kambing, tetapi cara memasak dan pola makan yang berlebihan, seperti penggunaan santan, garam, dan konsumsi makanan tanpa kontrol.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap bijak mengonsumsi makanan saat Idul Adha, memperbanyak air putih, serta rutin mengecek tekanan darah agar kesehatan tetap terjaga.

