TAKENGON – Di tengah berbagai program pembangunan dan wacana peningkatan kualitas pendidikan, ratusan siswa di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih harus menjalani proses belajar mengajar di bawah tenda darurat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, sedikitnya 815 siswa dari 12 sekolah masih belajar di bawah tenda akibat ruang kelas yang rusak pascabencana. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama, bahkan telah melewati dua kali momentum Lebaran tanpa adanya kepastian kapan para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak.
Saat sebagian daerah berbicara tentang kemajuan pendidikan dan penguasaan bahasa asing, para siswa di sejumlah sekolah di Aceh Tengah justru masih berjuang mendapatkan fasilitas belajar yang paling mendasar. Cuaca panas maupun hujan kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
Sebanyak 12 sekolah yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, dengan kebutuhan tenda belajar yang mencapai puluhan unit. Kondisi tersebut memunculkan harapan agar pembangunan dan rehabilitasi sekolah dapat segera menjadi prioritas, sehingga para siswa tidak lagi harus menimba ilmu di bawah tenda darurat.

