Jakarta – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tengah menjadi indikator nyata bahwa tata kelola pemerintahan yang baik dan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Hasmy, Ak., Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam kegiatan pembahasan reformasi birokrasi di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 69, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (24/06/2026).
Menurutnya, perbaikan tata kelola pemerintahan harus diukur dari hasil yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah menurunnya angka kemiskinan di Aceh Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
“Ketika tata kelola pemerintahan semakin baik, dampaknya dapat dilihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan menurunnya angka kemiskinan. Inilah outcome yang ingin dicapai dari reformasi birokrasi dan implementasi SAKIP”, ujarnya.
Perlu diketahui pada tahun 2023 presentase penduduk miskin di Kabupaten Aceh Tengah diangka 14,38 persen mengalami penurunan yang signifikan di tahun 2025 diangka 12,29, artinya tuntutan reformasi birokrasi yang di lakukan pemerintah daerah berdampak langsung kepada masyarakat.
Akhmad Hasmy menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mendorong birokrasi yang berorientasi pada hasil (performance based bureaucracy), di mana setiap program dan anggaran harus mampu menjawab harapan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si menyambut baik apresiasi tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan terus memperkuat implementasi SAKIP sebagai instrumen untuk memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penurunan angka kemiskinan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan seluruh program pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat”, ujar Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Aceh Tengah, Jumadil Enka, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Gunawan Putra, Kadis KBP3A Aceh Tengah, Helfi Triyansi, SST, M.Kes, Kepala BKPSDM Aceh Tengah, Ruslan Ramadhan, Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin dan Kabag Organisasi Setdakab Aceh Tengah, Muslim.

