BENER MERIAH – Tangis itu nyaris tak pernah benar-benar reda di rumah sederhana milik Ikhsandi Nova dan Seriani di Desa Kalanempan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.
Di sudut ruangan, seorang bayi mungil terbaring lemah. Namanya Daffin Ali Rivano, usianya baru delapan bulan, usia ketika seharusnya diisi tawa dan celoteh, bukan perjuangan melawan sakit yang berat.
Sejak lahir, Daffin membawa beban yang tak terlihat. Awalnya hanya tangisan dan tubuh yang tampak lebih kuning dari bayi seusianya. Orang tuanya mengira itu hal biasa. Namun waktu berjalan, kondisi itu tak kunjung membaik.
Pada usia empat bulan, dokter akhirnya memberi jawaban yang mengubah hidup keluarga kecil ini, gagal hati disertai atresia bilier, sebuah kelainan langka yang menyerang saluran empedu bayi.
Sejak saat itu, hari-hari mereka berubah menjadi rangkaian kekhawatiran. Daffin harus bolak-balik menjalani perawatan. Tubuh kecilnya kian melemah, sementara harapan satu-satunya kini bertumpu pada tindakan besar, transplantasi hati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Namun, harapan itu datang bersama kenyataan pahit. Biaya pengobatan dan perjalanan yang tidak sedikit menjadi beban berat bagi keluarga ini. Ikhsandi dan Seriani bukan berasal dari keluarga berkecukupan.
Mereka hanya bisa menatap anaknya, berharap keajaiban datang, sembari berusaha mengumpulkan kekuatan dan juga biaya yang terasa begitu besar.
“Yang penting anak kami bisa sembuh,” ujar sang ibu dengan suara lirih, menahan tangis yang nyaris pecah.
Baginya, tidak ada yang lebih berharga selain melihat Daffin tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Di usia yang masih sangat belia, Daffin seharusnya belajar merangkak, tertawa, dan mengenal dunia. Namun kini, ia justru berjuang mempertahankan hidupnya. Setiap detik terasa berharga, setiap harapan terasa begitu rapuh.
Kisah Daffin adalah potret kecil tentang perjuangan yang sunyi. Tentang orang tua yang tak pernah menyerah, meski jalan di depan terasa gelap. Tentang seorang bayi yang belum sempat mengenal dunia, tetapi sudah harus melawan penyakit yang berat.
Uluran tangan dari para dermawan menjadi harapan yang sangat dinanti. Bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atasnama Ikhsandi Nova nomor 7355537611 atau menghubungi nomor handphone 081333957679.
Bantuan sekecil apa pun dapat menjadi langkah besar untuk membawa Daffin menuju kesempatan hidup yang lebih baik.
Di balik tubuh kecil itu, ada harapan besar yang terus dijaga agar suatu hari nanti, tangis di rumah itu berganti menjadi tawa.***
Sumber : AJNN.Net (Penulis Eri Tanara)

