TAKENGON — Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 tahap kedua di Kabupaten Aceh Tengah mencatat omzet Rp91.315.000 dalam lima jam pelaksanaan. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini menjadi salah satu upaya menekan laju inflasi melalui penyediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Berlangsung di Lapangan Sanggamara, Kecamatan Lut Tawar, Takengon, Senin (12/10/2026), kegiatan tersebut diikuti 41 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bulog, sektor energi bersama Pertamina, serta petani buah dan sayuran.
Bawang merah menjadi salah satu komoditas strategis yang dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar tradisional. Sebanyak 210 kilogram bawang merah terjual dengan harga Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga di pasar tradisional mencapai Rp28.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah terjual sebanyak 20 kilogram dengan harga Rp90.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional sebesar Rp95.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut memberikan alternatif belanja yang lebih hemat bagi masyarakat sekaligus membuka akses pemasaran langsung bagi petani dan pelaku UMKM lokal.
Dalam sambutan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Anshary, S.E., M.A.P., ditegaskan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus penggerak perekonomian daerah.
Menurut Haili Yoga, salah satu tantangan yang dihadapi petani adalah panjangnya rantai distribusi yang dapat menyebabkan harga jual di tingkat produsen rendah, sementara harga di tingkat konsumen justru meningkat.
“Kehadiran roadshow pasar tani ini adalah solusi nyata. Kegiatan ini hadir sebagai jembatan yang mempertemukan langsung para produsen, yaitu petani dan kelompok tani kita, dengan para konsumen atau masyarakat luas,” demikian petikan sambutan Bupati.
Ia berharap Pasar Tani tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat pemasaran produk pertanian lokal.
“Dengan membeli produk mereka, kita ikut serta menyejahterakan keluarga petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” demikian pesan Haili Yoga dalam sambutannya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap pemasaran langsung tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Iwan Sejahtera, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa Pasar Tani Roadshow dirancang untuk meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas harga produk pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi petani dan UMKM lokal.
“Pasar Tani Roadshow merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mempromosikan dan menjual produk pertanian secara langsung dari petani ke konsumen,” demikian kata Iwan.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemangku kepentingan di bidang hortikultura, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petani, dan pelaku UMKM, terutama dalam mempromosikan hasil pertanian dan memperluas pemasaran produk lokal.
Melalui kolaborasi tersebut, Pasar Tani diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, memperluas akses konsumen terhadap produk segar dan berkualitas, serta meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Dengan omzet mencapai Rp91,315 juta dalam empat jam, Pasar Tani di Takengon menunjukkan aktivitas ekonomi yang tercipta melalui pemasaran langsung. Ke depan, keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga dari keberlanjutan akses pasar, peningkatan pendapatan petani, dan kontribusinya terhadap stabilitas harga pangan di Aceh Tengah.

