Aceh Aceh Tengah Gayo
Beranda / Gayo / Alhamdulillah ! Empat Bulan Gaji Non-ASN RSUD DATU BERU Akhirnya Cair

Alhamdulillah ! Empat Bulan Gaji Non-ASN RSUD DATU BERU Akhirnya Cair

Share

TAKENGON, Aceh Tengah — Kabar baik datang dari RSUD Datu Beru Takengon. Honor pegawai Non-ASN yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya mulai dicairkan.

Pembayaran tersebut mencakup empat bulan honor. Pencairan ini disambut lega dan penuh rasa syukur oleh para pegawai yang selama ini menunggu kepastian pembayaran.

Salah seorang pegawai Non-ASN RSUD Datu Beru, Fitri, menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas telah dicairkannya honor tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada pihak RSUD Datu Beru dan semua pihak yang telah membantu sehingga gaji kami akhirnya bisa dicairkan,” ujar Fitri.

Menurutnya, pencairan tersebut sangat berarti bagi para pegawai. Selama menunggu pembayaran, mereka tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mengenal Ruang Bersalin RSUD Datu Beru, Begini Pelayanan Ibu dan Bayi

“Kami sangat bersyukur karena ini memang sudah kami tunggu. Semoga ke depan pembayaran bisa lebih lancar dan tidak mengalami keterlambatan lagi,” katanya.

Sebelumnya, keterlambatan pembayaran honor Non-ASN RSUD Datu Beru menjadi perhatian setelah sejumlah pegawai mengeluhkan hak mereka yang belum dibayarkan.

PLT Direktur RSUD Datu Beru sebelumnya menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran disebabkan oleh beberapa faktor administrasi. Salah satu faktor terbesar berkaitan dengan proses administrasi PPPK Paruh Waktu.

Selain itu, terdapat proses peralihan rekening pembayaran dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke Bank Aceh, mengingat sumber anggaran pembayaran berasal dari APBK Aceh Tengah.

Kini, dengan telah dicairkannya honor empat bulan, para pegawai berharap proses pembayaran selanjutnya dapat berjalan lebih lancar dan tepat waktu.

Otsus Aceh di Ujung Tanduk? Haili Yoga Dampingi Wagub Aceh Temui Yusril di Jakarta

Bagi para pekerja, pencairan ini bukan sekadar angka dalam rekening. Di baliknya ada kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, kebutuhan sehari-hari serta berbagai tanggungan yang tetap harus dipenuhi meskipun pembayaran mengalami keterlambatan.

Setelah berbulan-bulan menanti, rasa lega akhirnya hadir.

“Terima kasih dan Alhamdulillah,” menjadi ungkapan sederhana dari para pegawai yang akhirnya menerima hak mereka.