ACEH TENGAH — Perubahan pelayanan di RSUD Datu Beru Takengon turut dirasakan oleh pasien yang rutin menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Salah satunya disampaikan Kamaludin, pasien di ruang hemodialisa (HD) yang mengaku cukup sering datang ke RSUD Datu Beru untuk menjalani cuci darah.
Kamaludin menilai, selama 11 hari Bupati Aceh Tengah, Helioga, berkantor di lingkungan RSUD Datu Beru, terdapat sejumlah perubahan yang menurutnya mulai dirasakan, terutama dari sisi kedisiplinan dan kebersihan.
“Perubahan tingkat disiplin mungkin. Setelah itu kebersihan agak meningkat. Udah bagus sekarang,” ujar Kamaludin.
Selain kebersihan, ia juga menyebut adanya penambahan mesin hemodialisa yang dinilainya membantu memenuhi kebutuhan pelayanan pasien.
“Kalau mesin saya pikir, alhamdulillah terpenuhi sekarang, udah bertambah,” katanya.
Hal lain yang menurutnya cukup terasa adalah pengaturan parkir bagi pasien hemodialisa. Kamaludin mengatakan, sebelumnya pasien HD kerap mengalami kesulitan mendapatkan tempat parkir sehingga harus memarkir kendaraan di luar.
Namun, menurut pengalamannya saat ini, pasien HD mendapat prioritas ketika masuk ke area parkir rumah sakit.
“Pasien HD, itu petugas parkir langsung buka. Walau ditulis penuh, tapi untuk pasien HD prioritas,” ungkapnya.
Kamaludin juga memberikan apresiasi terhadap kondisi kebersihan rumah sakit yang menurutnya kini sudah lebih baik. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Udah cukup baik saya pikir,” ujarnya.
Selain kebersihan dan parkir, Kamaludin menyoroti ketersediaan air sebagai salah satu kebutuhan penting dalam pelayanan hemodialisa. Menurutnya, air menjadi bagian penting dalam menunjang proses cuci darah dan operasional mesin.
“Yang kami butuhkan? Air memang,” katanya.
Ia juga mengaku kini tidak lagi banyak melihat aktivitas merokok di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan kedisiplinan selama masa Bupati berkantor di rumah sakit.
“Merokok sekarang ini sepertinya tidak. Semenjak Pak Bupati berkantor di sini, sepertinya udah nggak ada,” ungkap Kamaludin.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah catatan yang perlu terus diperbaiki. Ia berharap upaya peningkatan standar pelayanan di RSUD Datu Beru dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik bagi pasien.
“Walaupun masih banyak catatan, mungkin terus kita kembangkan lagi, kita perbaiki lagi yang kurang-kurang juga,” tutupnya.

