TAKENGON — Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan meminta pelaksanaan pacuan kuda tidak menambah beban masyarakat melalui pungutan parkir yang terlalu tinggi. Ia menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini masih sulit dan tengah berupaya bangkit.
Muchsin Hasan berharap tidak ada pungutan parkir hingga Rp20.000 kepada masyarakat yang datang menyaksikan pacuan kuda. Menurutnya, tarif parkir sebaiknya ditetapkan secara wajar, salah satunya dengan mempertimbangkan angka sekitar Rp5.000.
“Dalam rangka sewajarnya kita dengan bidang pendapatan, minimal apakah Rp5.000,” kata Muchsin Hasan.
Ia juga mengingatkan masyarakat dari empat desa yang berada di sekitar lokasi pacuan kuda agar dapat ikut merasakan manfaat ekonomi dari pelaksanaan event tersebut. Namun, ia meminta agar aktivitas parkir tidak dilakukan dengan menarik tarif yang terlalu besar.
Muchsin menilai masyarakat saat ini sedang berjuang untuk bangkit secara ekonomi. Karena itu, kegiatan yang seharusnya memberikan dampak positif bagi perekonomian justru diharapkan tidak menjadi beban tambahan bagi warga.
“Karena sekali lagi, masyarakat kita hari ini sedang beranjak bangun untuk kemuliaan ekonomi,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila masih ditemukan pungutan parkir yang memberatkan masyarakat selama pelaksanaan event, persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.

