Aceh Tengah — Pengelolaan lapak untuk pelaku UMKM dan area parkir dalam pelaksanaan pacuan kuda di Lapangan Belang Bebangka, Aceh Tengah, kembali menjadi sorotan.
Pak Oteh warga simpang kelaping mengaku pihaknya harus membayar biaya kepada event organizer (EO) sebesar Rp220 juta untuk pengelolaan lapak dan sejumlah fasilitas dalam kegiatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Pak Oteh dalam diskusi di Lapangan Belang Bebangka, Sabtu (22/8/2026). Menurutnya, besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu alasan harga lapak yang kemudian dibebankan kepada pedagang tidak bisa dijual murah.
“iya tahun kampung simpang kelaping yang pegang, tapi kami juga harus bayar 220 jt untuk mengelola nya, Dengan nilai segitu, tentu saya tidak bisa menjual lapak dengan murah,” kata Pak Oteh.
Namun, belum diketahui apakah anggaran tersebut berkaitan dengan biaya Rp230 juta yang disebut Pak Oteh harus dibayarkan kepada EO.
Saat dikonfirmasi mengenai persoalan harga lapak dan pengelolaannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tengah mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai harga yang dibebankan kepada pedagang.
“Kalau masalah harga ini kita kurang tahu. Yang kami tahu ada kerja sama dengan pihak Kampung Simpang Kelaping,” ujarnya.

