Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Tengah Pian menyoroti tingginya harga lapak pada event pacuan kuda. Ia menyayangkan harga lapak yang disebut mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dan dinilai cukup memberatkan pedagang, khususnya pelaku UMKM.
Menurutnya, event pacuan kuda seharusnya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memulihkan perekonomian masyarakat.
“Pacuan kuda seharusnya menjadi momentum untuk memulihkan ekonomi masyarakat dan menekan inflasi,” ujarnya pian.
Ia menilai, tingginya biaya lapak justru berpotensi membuat pedagang kecil mengurungkan niat untuk berjualan. Padahal, ramainya pengunjung selama event berlangsung seharusnya dapat menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan.
Ia berharap pengelolaan lapak pada event pacuan kuda dapat lebih memperhatikan kemampuan pedagang kecil, sehingga kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

