Aceh Tengah – Baitul Mal Aceh Tengah bersama Camat Pegasing, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pegasing, dan Reje Kampung Wih Ilang melakukan kunjungan ke Dusun Kala Weh Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (30/7/2026) WIB.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebut adanya dugaan pelanggaran syariat Islam, peredaran minuman keras, hingga isu kristenisasi di Dusun Kala Weh Ilang.
Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah, Tgk. Abdul Azis, mengatakan pihaknya sengaja turun langsung ke lokasi bersama pemerintah kecamatan dan aparatur kampung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
“Kami datang langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sesungguhnya. Setelah berdialog dengan masyarakat, aparatur kampung, dan meninjau lokasi, informasi yang beredar dalam pesan WhatsApp tersebut tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan di lapangan,” kata Tgk. Abdul Azis.
Ia menjelaskan, Dusun Kala Weh Ilang merupakan salah satu dusun yang dihuni komunitas muallaf dengan jumlah sekitar 103 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 37 KK masih beragama Nasrani, sedangkan selebihnya merupakan warga muallaf dan beberapa keluarga yang sejak awal telah memeluk agama Islam.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi perhatian Baitul Mal Aceh Tengah untuk terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi para muallaf agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam.
Dalam kesempatan itu, Baitul Mal Aceh Tengah juga menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah untuk masjid berupa ambal salat, mukena, dan Al-Qur’an.
“Muallaf merupakan salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Karena itu, Baitul Mal memiliki program pembinaan yang berkelanjutan. Kami sudah membantu tiga orang muallaf baru, dan masih ada beberapa muallaf yang membutuhkan penguatan akidah serta bimbingan ibadah agar menjadi muslim yang lebih mantap,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah bersama Baitul Mal berharap pembinaan terhadap masyarakat, khususnya para muallaf di Dusun Kala Weh Ilang, dapat terus berjalan sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.

