Aceh Tengah — Rencana aktivitas tambang yang disebut akan berlangsung di Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, terus menjadi sorotan masyarakat Gayo dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Melalui survei yang dilakukan akun media lokal Keber Gayo di Instagram Story selama 24 jam, mayoritas masyarakat menyatakan penolakan terhadap rencana tambang tersebut.
Dari total lebih dari 4 ribu suara yang masuk, sebanyak 69 persen responden memilih menolak aktivitas tambang, sementara 31 persen lainnya menyatakan setuju.
Survei tersebut dilakukan setelah beredarnya dokumen dukungan warga terkait aktivitas eksplorasi dan penyelidikan bahan galian emas oleh perusahaan PT Pegasing Alam Makmur di wilayah Arul Badak.
Dalam dokumen yang beredar, terdapat sejumlah poin kesepakatan seperti penggunaan tenaga kerja lokal, kontribusi perusahaan terhadap desa, hingga dukungan terhadap investasi di kawasan tersebut.
Namun di sisi lain, isu tambang di Aceh Tengah juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan, terlebih wilayah Gayo sebelumnya sempat dilanda bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kawasan.
Hingga kini, isu rencana tambang di Arul Badak masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat dan menjadi salah satu topik yang ramai dibahas warga Aceh Tengah di media sosial.

