10 Apr 2026, Jum

Wabup Aceh Tengah Gelar Rapat Evaluasi Drainase, Sejumlah Kampung Sampaikan Keluhan

Share

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menindaklanjuti hasil monitoring lapangan terkait persoalan drainase di sejumlah wilayah dengan menggelar rapat evaluasi bersama para reje kampung, Kamis (9/4/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, sebagai upaya mencari solusi atas permasalahan yang kerap memicu genangan air saat curah hujan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, para reje kampung menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing yang dinilai sudah tidak mampu menampung debit air. Reje Kampung Teluk One-One, Usman, mengatakan saluran drainase di kampungnya sering meluap hingga ke badan jalan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Drainase yang ada saat ini tidak mampu menampung debit air. Selain itu, aliran menuju arah danau juga belum tertata sehingga air mudah meluap ke jalan,” ujar Usman dalam rapat tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan Reje Kampung Keramat Mupakat. Ia menuturkan, aliran air dari beberapa kampung atas menyebabkan drainase yang ada tidak lagi mampu menampung volume air. Kondisi tersebut diperparah oleh penyempitan saluran, tumpukan sampah, serta endapan tanah.

“Beberapa titik drainase mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat endapan tanah. Ditambah lagi adanya sampah yang menyumbat aliran air,” ungkapnya.

Sementara itu, Reje Kampung Mendale menjelaskan bahwa sebagian drainase di wilayahnya telah rusak akibat dampak bencana sebelumnya. Ia menilai diperlukan normalisasi hingga pelebaran saluran agar aliran air kembali lancar.

“Kondisi drainase di Kampung Mendale sebagian besar sudah rusak. Kami berharap ada normalisasi dan pelebaran untuk mengurangi potensi banjir,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jauhari, ST, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi titik-titik permasalahan berdasarkan laporan camat dan reje kampung. Hasil inventarisasi tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah seluruh titik permasalahan terdata, kita akan koordinasikan dengan instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi langkah awal penataan sistem drainase di sejumlah kampung di Aceh Tengah, guna mengantisipasi genangan air dan dampak banjir saat musim hujan.

By hafna