Share

Takengon – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan memperkokoh kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahmi dan pengajian yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Silaturahmi Pengajian Ibu-ibu Takengon (FUSPITA) Kecamatan Lut Tawar, di Masjid Baiturrahim, Kampung Toweren Toa, pada Senin (11/08/2025).

Bupati Haili Yoga menekankan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini bukan hanya sekedar perayaan, melainkan juga momentum untuk membersihkan lingkungan dari sampah dan menghadirkan pekarangan rumah yang produktif.

“Tidak boleh lagi ada rumah warga yang tidak bersih dan pekarangan yang tidak termanfaatkan. Minimal dengan menanam tanaman obat keluarga atau TOGA, kita bisa menjadikan pekarangan lebih produktif,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa peringatan HUT RI tahun ini dapat pula dijadikan sebagai momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap agama, masjid, dan Al-Qur’an.

Sebagai bentuk komitmen, Bupati Haili Yoga mengatakan, pihaknya bersama Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah akan meluncurkan “Kampung Qur’ani” pada Jumat mendatang.

Dia menyebutkan, penetapan sebuah kampung sebagai Kampung Qur’ani akan didasarkan pada indikator sederhana namun bermakna, yaitu lebih dari 50% kepala keluarga di kampung tersebut membaca Al-Qur’an bersama keluarga di rumah masing-masing setelah salat Magrib.

“Saya tegaskan, program ini bukan hanya untuk seremonial belaka, melainkan untuk mengubah kebiasaan menjadi kebiasaan yang baik. Mulai sekarang, mari kita membiasakan diri membaca Al-Qur’an bersama keluarga,” ajak Bupati.

Lebih dari itu, Bupati Haili Yoga juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak-anak, terutama dalam hal moral, etika dan pendidikan agama.

Dia berharap, tidak ada lagi anak-anak di kabupaten ini yang tidak mampu membaca dan mengaji Al Qur’an, serta dijauhkan dari perilaku dekadensi moral maupun disrupsi etika dan norma agama.

“Jangan ada lagi anak-anak kita yang tidak bisa mengaji, atau perilaku menyimpang yang tidak kita harapkan” serunya.