Takengon – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Tahun 2026 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu (04/7/2026).
Momen penuh khidmat ini menjadi tonggak penting bagi 328 wisudawan dan wisudawati yang resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap mengabdikan diri kepada masyarakat.
Pada wisuda tahun ini, IAIN Takengon meluluskan 328 wisudawan, terdiri atas 211 lulusan Program Pascasarjana (S2) dan 117 lulusan Program Sarjana (S1). Prestasi akademik para lulusan juga menunjukkan capaian yang membanggakan dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jenjang S2 sebesar 3,69, sedangkan jenjang S1 mencapai 3,65.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa, IAIN Takengon memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Untuk jenjang Sarjana (S1), sekaligus peraih IPK tertinggi tingkat universitas, diraih oleh Mauliana dari Program Studi BKPI dengan IPK 3,97 dan predikat Dengan Pujian.
Sementara itu, lulusan terbaik jenjang Pascasarjana (S2) diraih oleh Fitriani Rizki dari Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dengan IPK 3,87 dan predikat Cum Laude.
Wisuda tahun ini juga menghadirkan kisah inspiratif melalui sosok Abu Mukmin, wisudawan tertua yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 60 tahun dengan IPK 3,70.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga keluarga yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.
“Kepada seluruh wisudawan, keberhasilan kalian hari ini menjadi wujud nyata dari cinta, air mata, dan pengorbanan orang tua, suami, istri, maupun keluarga yang tak pernah putus”, ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa ijazah bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. “Ingatlah bahwa ijazah yang kalian pegang hari ini bukanlah tanda bahwa proses belajar telah usai. Justru ini adalah surat izin resmi dari momentum kehidupan untuk kalian mulai memimpin di tengah masyarakat”, sambung Haili Yoga.
Menutup sambutannya, Bupati Aceh Tengah mengajak seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu dengan penuh integritas. “Selamat berjuang di medan pengabdian yang sesungguhnya. Kibarkan panji almamater IAIN Takengon dengan penuh integritas, serta sinarilah masyarakat dengan ilmu dan akhlak yang kalian miliki”, ungkapnya.
Tutut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP, Rektor IAIN Takengon berserta seluruh civitas akademika, Forkopimda Aceh Tengah, serta seluruh orang tua, wali dan keluarga para wisudawan.

