16 Mar 2026, Sen

Nurjanah, Warga Wih Pesam yang Terlupakan: Bertahun-tahun Hidup dalam Luka dan Kesendirian

Share

ACEH TENGAH – Kisah pilu dialami Nurjanah, seorang wanita warga Desa Wih Pesam, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah. Selama bertahun-tahun ia harus menjalani kehidupan penuh penderitaan akibat perlakuan tidak baik dari orang-orang di sekitarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, penderitaan Nurjanah bermula dari kekerasan fisik dan verbal yang ia alami dari mantan suaminya di masa lalu. Peristiwa tersebut meninggalkan luka batin mendalam yang perlahan memengaruhi kondisi mentalnya.

Keadaan semakin berat ketika anak yang ia lahirkan sendiri tidak lagi mengakuinya sebagai ibu. Selain itu, hujatan dan cibiran dari sebagian masyarakat serta keluarga membuat kondisi kejiwaannya semakin terpuruk hingga mengalami gangguan mental.

Ironisnya, wanita yang bernama Nurjanah—yang berarti “cahaya surga”—justru harus menjalani kehidupan yang jauh dari kepedulian dan kasih sayang.

Sejak tahun 2022, Nurjanah dititipkan oleh pamannya kepada Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK) agar mendapatkan perhatian serta pendampingan. Komunitas tersebut berupaya membantu dan memberikan dukungan di tengah keterbatasan yang ada.

Namun cobaan kembali datang pada tahun 2025 ketika pamannya, yang selama ini menjadi satu-satunya keluarga yang masih peduli, meninggal dunia. Sejak saat itu, Nurjanah harus menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni.

Salah seorang relawan KGPK mengatakan bahwa kondisi Nurjanah menjadi pengingat bahwa gangguan jiwa bukanlah sesuatu yang harus dijauhi.

“Gangguan jiwa bukan aib. Mereka membutuhkan perhatian, empati, dan kasih sayang dari sesama,” ujarnya.

Kisah Nurjanah dari Wih Pesam ini diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat agar tidak mengabaikan mereka yang sedang mengalami kesulitan, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan perlakuan manusiawi.

By admin