Takengon, Aceh Tengah – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warga Kampung Blang Kolak 2, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, masih menghadapi masalah serius: krisis air bersih.
Sejumlah warga mengeluhkan pasokan air yang sering mati selama berhari-hari. Kalaupun air mengalir, kondisinya sangat memprihatinkan—keruh, berwarna coklat, dan bercampur kotoran. Situasi ini membuat aktivitas sehari-hari, seperti mencuci, mandi, hingga memasak, menjadi terganggu.
Keluhan Warga Blang Kolak 2
“Air jarang datang. Kalau pun keluar, warnanya coklat, banyak pasir dan kotoran. Kita terpaksa beli air atau tampung hujan,” keluh salah satu warga setempat.
Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi konkret dari pihak terkait. Warga pun merasa hak dasar mereka untuk mendapatkan air bersih diabaikan.
Harapan Menjelang HUT RI ke-80
Warga berharap, momentum HUT RI ke-80 menjadi titik balik perhatian pemerintah daerah maupun pihak PDAM Aceh Tengah untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Air bersih adalah kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga negara. Di tengah semangat kemerdekaan, warga Blang Kolak 2 berharap dapat benar-benar merasakan arti “merdeka” dalam kehidupan sehari-hari—termasuk merdeka dari kesulitan air bersih.