Takengon–Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima dukungan penguatan penanganan bencana berupa 2 unit pompa air multifungsi dari Kepala Posko Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Wilayah Sumatera, Dr. Safrizal ZA, M.Si. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, di Halaman Gayo Petro Hotel, Sabtu (03/10/26).
Bantuan tersebut merupakan mesin pompa air multifungsi berkapasitas tinggi yang dapat dioperasikan untuk berbagai kebutuhan penanganan darurat dan pelayanan masyarakat. Mesin ini dapat digunakan untuk pengurasan genangan banjir, pemadaman kebakaran, hingga untuk pengairan lahan pertanian. Dengan kapasitas tekanan mencapai 5 bar, pompa ini mampu menyemprotkan air untuk pemadaman api hingga ketinggian bangunan 6 lantai.
Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Sumatera, Dr. Safrizal ZA, M.Si, dalam kesempatannya menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi potensi bencana.
“2 unit pompa multifungsi ini kami berikan kepada Aceh Tengah salah satunya untuk memperkuat penanganan terhadap bencana yang saat ini rawan terjadi seperti banjir dan kebakaran, maupun untuk kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Safrizal.
Menanggapi bantuan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Aceh Tengah.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Dalam Negeri, dan Bapak Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri yang telah memberikan 2 unit pompa air multifungsi ini kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat kami butuhkan untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” ungkap Wabup Muchsin.
Lebih lanjut, Wabup Muchsin menjelaskan bahwa penempatan alat tersebut akan diprioritaskan untuk menjangkau wilayah yang selama ini belum memiliki posko pemadam kebakaran atau yang lokasinya jauh dari jangkauan Damkar.
“Rencananya mesin pompa ini akan kita peruntukkan pada wilayah yang belum memiliki posko Damkar atau yang jauh dari jangkauan Damkar, sehingga ketika terjadi kebakaran atau banjir, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak harus menunggu bantuan dari kota,” tambah Wabup Muchsin.
Wabup Muchsin juga menegaskan bahwa selanjutnya kedua unit pompa tersebut akan diserahkan kepada dinas terkait untuk dicatat sebagai aset daerah dan dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan peruntukannya.
Usai prosesi penyerahan, rombongan bergerak menuju Kampung/Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, untuk meninjau progres pelaksanaan penataan tata ruang pinggiran Danau Laut Tawar serta melihat langsung sumur bor yang dibangun pasca bencana untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi siswa SD N 9 Kebayakan dan masyarakat sekitarnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kalak BPBD, Kepala Dinas Perkim, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tengah.

