Takengon – Pengakuan seorang mantan pekerja seks komersial (PSK) dalam podcast Keber Gayo (https://www.youtube.com/watch?v=if1IVtrEHnY) membuka dugaan praktik prostitusi terselubung yang disebut telah lama bergerak secara diam-diam di wilayah Aceh Tengah. Pengakuan tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyeret dugaan keterlibatan sejumlah kalangan elit hingga modus perekrutan remaja usia sekolah.
Dalam tayangan podcast bertajuk “Sisi Gelap Takengon, Bahayanya Industri PSK”, narasumber berinisial EL mengaku pernah menjadi bagian dari jaringan prostitusi yang beroperasi di Kota Takengon dan sekitarnya.
EL menyebut dirinya awalnya bukan sengaja memilih dunia tersebut, melainkan terjerumus akibat pergaulan dan tekanan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.
“Awalnya bukan karena mau, tapi karena terjebak lingkungan dan kebutuhan hidup,” ungkap EL dalam podcast tersebut.
Menurut pengakuannya, perekrutan dilakukan secara halus dengan menyasar remaja yang baru lulus sekolah atau minim pengawasan keluarga. Mereka disebut dijanjikan gaya hidup mewah, uang cepat, hingga fasilitas dari pria berduit yang dikenal dengan istilah sugar daddy.
EL juga mengungkap bahwa praktik tersebut diduga memiliki jaringan cukup luas. Ia menyebut terdapat sejumlah titik tempat berkumpul perempuan yang diduga dikendalikan oleh perantara atau mucikari.
Tak hanya itu, tarif layanan disebut berbeda-beda tergantung popularitas, penampilan, hingga siapa pelanggan yang memesan.
Dalam pengakuannya, EL bahkan menyinggung adanya pelanggan dari kalangan pengusaha hingga oknum pejabat dan tokoh politik. Namun, tidak ada nama maupun identitas spesifik yang disebutkan dalam tayangan tersebut.

