Takengon – Kebakaran kembali terjadi di Aceh Tengah. Tiga unit rumah warga di Kampung Kuyun Toa, Kecamatan Celala, hangus dilalap api pada Rabu (25/03/2026). Kebakaran di Celala ini juga berdampak pada satu rumah lainnya yang ikut terdampak.
Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dibantu TNI, Polri, dan warga turun ke lokasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir cukup besar, termasuk uang tunai milik warga yang ikut hangus terbakar.
Menindaklanjuti kebakaran di Celala tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, turun langsung ke lokasi pada Kamis (26/03/2026). Ia membawa bantuan masa panik berupa bahan bangunan, sembako, tenda, serta uang tunai dari berbagai instansi seperti Dinas Sosial, BPBD, dan Baitul Mal.
Selain itu, pemerintah juga langsung menyerahkan dokumen kependudukan yang sebelumnya ikut terbakar, serta berupaya membantu penggantian uang warga yang hangus dalam kebakaran.
Namun di balik bantuan yang diberikan, kejadian ini kembali menyoroti minimnya upaya pencegahan kebakaran di permukiman warga. Kebakaran rumah di Celala bukan yang pertama terjadi, namun langkah antisipasi seperti pengecekan instalasi listrik dan edukasi keselamatan masih jarang terlihat.
Pernyataan pemerintah bahwa “harus hadir saat musibah” memang penting, tetapi publik juga mempertanyakan peran sebelum musibah terjadi. Pencegahan dinilai jauh lebih penting daripada sekadar penanganan setelah kejadian.
Kebakaran di Celala ini menjadi pengingat bahwa tanpa langkah pencegahan yang serius, kejadian serupa bisa kembali terulang. Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya datang saat musibah, tetapi juga hadir sebelum bencana terjadi.
