Aceh Aceh Tengah Gayo
Beranda / Gayo / Hari Pertama Sekolah di Aceh Tengah Diisi Arahan, Program Banyak Disampaikan, Implementasi Jadi Tantangan

Hari Pertama Sekolah di Aceh Tengah Diisi Arahan, Program Banyak Disampaikan, Implementasi Jadi Tantangan

Share

Takengon – Hari pertama sekolah di Aceh Tengah diwarnai dengan upacara yang dipimpin Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, di SMA Negeri 4 Takengon, Senin (30/03/2026). Dalam kesempatan itu, Wabup menyampaikan sejumlah arahan dari Bupati terkait program pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Pada hari pertama sekolah di Aceh Tengah ini, pemerintah mendorong program Gerakan Gemar Membaca Al-Qur’an, di mana siswa diwajibkan membaca selama 15 menit sebelum belajar. Program ini disebut sebagai langkah membangun karakter dan akhlak generasi muda sejak dini.

Selain itu, program kebersihan juga kembali ditekankan melalui gerakan Aceh Tengah Bersih. Sekolah diwajibkan melaksanakan gotong royong setiap hari Jumat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Pemerintah juga mendorong penggunaan baju Kerawang Gayo setiap Kamis serta penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Namun di balik banyaknya program yang disampaikan pada hari pertama sekolah di Aceh Tengah ini, muncul pertanyaan klasik: sejauh mana program tersebut benar-benar berjalan di lapangan? Pasalnya, sejumlah program serupa sebelumnya kerap hanya kuat di awal, namun perlahan hilang tanpa pengawasan yang jelas.

Wabup juga menegaskan pentingnya lingkungan sekolah bebas perundungan (bullying). Ia meminta siswa untuk saling menghargai serta menjaga hubungan baik dengan guru. Namun persoalan bullying sendiri masih menjadi isu yang sering muncul di berbagai sekolah dan membutuhkan pengawasan serius, bukan sekadar imbauan saat upacara.

Remaja 16 Tahun yang Sempat Hilang di Linge Ditemukan, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Hari pertama sekolah di Aceh Tengah memang diisi dengan berbagai arahan dan harapan besar. Namun masyarakat berharap, program yang disampaikan tidak berhenti di seremoni, melainkan benar-benar diterapkan secara konsisten dan diawasi agar berdampak nyata bagi dunia pendidikan di daerah ini.