TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas KBP3A melaksanakan kegiatan Trauma Healing dalam rangka pendampingan dukungan psikososial awal bagi perempuan dan anak korban bencana alam hidrometeorologi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah pada 25 November 2025 lalu, yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, khususnya kelompok rentan .
Pasca bencana, anak-anak mengalami berbagai situasi berisiko, mulai dari terjangan air, proses evakuasi yang penuh tekanan, hingga terputusnya rutinitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, perempuan dan para ibu di tingkat komunitas menghadapi beban berlapis sebagai pengasuh utama keluarga sekaligus penyangga ketahanan rumah tangga dalam situasi krisis. Kondisi tersebut menuntut adanya dukungan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga penguatan rasa aman, dukungan sosial, serta pemulihan keberfungsian individu dan keluarga .
Menyikapi hal tersebut, Dinas KBP3A Aceh Tengah melaksanakan kegiatan Trauma Healing tahap pertama berupa Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Kegiatan ini bertujuan membantu penyintas memulihkan kondisi mental akibat peristiwa traumatis melalui metode konseling, permainan, serta aktivitas rekreatif agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan membangun rasa aman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di posko-posko pengungsian selama masa tanggap darurat, yakni sejak 15 hingga 31 Desember 2025 .
Selain layanan psikososial, kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender pasca bencana. Program tersebut dilaksanakan oleh Dinas KBP3A melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, UPTD PPA, Forum Anak Kabupaten Aceh Tengah, serta didukung tenaga ahli psikolog klinis dan Musyawarah Guru BK Gayo Belangi. Kegiatan ini turut mendapat pendampingan langsung dari Bupati Aceh Tengah dan Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Tengah
